Viral Pengantar Jenazah Pukul Mobil, Polisi Sebut Pelaku Bisa Dijerat Pasal

39

Forbes – Baru-baru ini viral video di media sosial yang memperlihatkan seorang pengantar jenazah memukuli kaca mobil pengendara lain yang melintas. Peristiwa itu diduga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (25/3).

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang membawa bendera kuning bertugas memblokir jalan agar mobil ambulans bisa melintas. Sayangnya, dari arah yang bersimpangan terlihat sebuah mobil melintas hingga membuat pria tersebut geram. Saat iring-iringan tersebut lewat, mobil mobil yang sedang melintas posisinya berada di tengah-tengah sehingga mau tidak mau harus maju.

Tak kuat menahan emosi, pria itu memukul kaca dan body mobil menggunakan tongkat yang dibawanya. Video tersebut diunggah oleh akun milik Addy P. Wijaya melalui jejaring Facebook hingga menjadi viral.

https://www.facebook.com/addy.p.wijaya/videos/10214275627032285/

Terkait hal ini, pihak kepolisian mengatakan bahwa pelaku pemukulan bisa dikenakan sanksi tindak pidana. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir menjelaskan bahwa perbuatan tersebut bisa dijerat Pasal 170 KUHP mengenai tindakan pengroyokan dan pengrusakan.

“Kalau dilakukan oleh orang bersama-sama sampai membuat orang luka atau kaca itu rusak tidak dapat digunakan lagi,” kata Nasir dilansir Rabu (27/3). “Maka merupakan tindak pidana pengeroyokan dan pengrusakan pasal 170 KUHP.”

Nasir menambahkan bahwa jika tindakan tersebut menyebabkan korban mengalami luka-luka, maka pelaku bisa diancam hukuman lima tahun penjara. Meski demikian, hal itu juga tergantung pada keputusan pemilik kendaraan.

Jika pemilik kendaraan merasa dirugikan, bisa segera membuat laporan untuk menindak lanjuti pelaku tersebut. “Tergantung orang yang digebrak merasa dirugikan atau tidak. Kalau dirugikan dapat membuat laporan perbuatan tersebut,” pungkas Nasir.

Nasir mengatakan bahwa pihak kepolisian siap memberi kan pengawalan untuk mobil ambulans jika memang dibutuhkan. Adapun pengawalan ini diberikan tanpa dipungut biaya.

Baca Juga:   4 Fakta Anggia Chan, Pacar Baru Vicky Prasetyo

“Kalau pengawalan dibutuhkan tinggal menghubungi Polisi untuk dikawal,” tutur Nasir. “Dan tidak ada biaya pengawalan yang bersifat prioritas.”

Anda mungkin juga berminat