Tipu 114 Nasabah BRI se-Indonesia, 2 Warga Sulsel Raup Untung Rp 1,4 M

42

Forbes – Tim Siber dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitKrimsus) Polda Sulsel berhasil membongkar sindikat penipuan dengan sistem online yang berhasil menggaet 114 nasabah BRI dengan nilai kerugian sebanyak Rp 1,4 miliar. Pelaku yang diringkus ada dua orang namun tidak satu sindikat.

Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani didampingi Direktur Dit Krimsus, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono dan Kasubdit Siber AKBP Musa Tampubolon dalam jumpa pers bersama Executive Vice President Divisi Layanan Dan Kontak Center PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk), Dedi Junaeni, Jumat, (11/1) di Mapolda Sulsel.

Kedua pelaku Suparman (30), warga Kabupaten Wajo dan Sudirman (34), warga Kabupaten Sidrap, Sulsel. Dari pelaku disita barang bukti laptop, ponsel, flashdisk, puluhan sim card berbagai merek dan modem.

“Keduanya melakukan tindak penipuan serupa ke ratusan nasabah BRI dari seluruh Indonesia dengan modus menawarkan pinjaman dengan bunga rendah melalui website internet banking palsu atas nama BRI. Dengan syarat menyetor 10 persen dari total nilai permintaan pinjaman. Ini yang menggiurkan dan menjebak nasabah sehingga mereka begitu saja membagi nomor rekening, pasword e-banking saat diarahkan mengisi formulir oleh pelaku melalui website palsu itu,” kata Dicky Sondani.

Baik Suparman dan Sudirman, tambah Dicky, tidak satu jaringan. Mereka sindikat berbeda dengan modus penipuan serupa.

“Penyelidikan tim siber, Suparman jalan aksinya dibantu Nursam alias Ikhsan. Sudirman dibantu oleh Cambang, Ucing, Ersan dan Helma. Kelima orang jaringan dua pelaku ini masih buron,” kata Dicky.

Sementara AKBP Musa Tampubolon Kasubdit Siber menjelaskan ihwal terbongkarnya penipuan online ini dari laporan pihak BRI atas komplain 114 nasabah dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:   Mau Belanja ke Pasar, Suryati Dibegal, 25 Gram Emas, Motor & 4 Gigi Hilang

“Penyelidikan internal dari pihak BRI menyimpulan dugaan pelaku berada di wilayah Sulsel sehingga mereka minta kerjasama dengan Polda Sulsel untuk lakukan penyelidikan. Akhirnya ditemukanlah dua pelaku ini dan lima lainnya masih buron,” kata Musa Tampubolon seraya menambahkan, pelaku dijerat pasal 35 ayat 1 junto pasal 51 dan atau pasal 28 ayat 1 junto pasal 36 ayat 1 junto pasal 45A ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan ataa UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman paling lama 12 tahun pidana penjara atau denda paling banyak Rp 12 miliar.

Anda mungkin juga berminat