Sakit Hati Tak Direstui, Bobi Lempar Molotov ke Rumah Orang Tua Pacar

43

Forbes – Rumah Ernawati (62), di Jalan Tenayan Raya, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, dilempar molotov. Ternyata pelakunya merupakan kekasih anaknya bernama Bobi (31).

Alhasil, pria yang berdomisili di Jalan Simpang Lima Rawa Wiri, Kecamatan Bukitraya itu ditangkap polisi. Bobi mengaku sakit hati tak direstui dengan berhubungan dengan Anike, putri dari Ernawati.

Dia pun nyaris membunuh penghuni rumah dengan melemparkan molotov atau bom botol berisikan minyak dan sumbu kain.

Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda mengatakan, pelakunya ada dua orang, yaitu Bobi dan Galih. Bobi selama ini berpacaran dengan Anike, dan tak direstui. Dia juga mengaku sakit hati karena dicaci maki oleh orangtua pacarnya itu.

“Bobi bersama temannya yang ikut membantunya Galih, sudah ditangkap dan ditahan di Polsek Tenayan Raya,” ujar Budhia, Jumat (11/1).

Menurutnya kedua pelaku sudah ditangkap. Namun soal penyebab kenapa pelaku nekat melakukan aksinya itu masih dalam penyelidikan.

Budhia menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/1) sekitar pukul 01.30 Wib. Kejadian itu diketahui saat Ernawati bersama cucunya bernama Duta karena terbangun mendengar jendela samping rumah dipecahkan.

“Tidak lama kemudian terdengar lagi suara ledakkan di jendela depan rumah dan korban melihat gorden sudah terbakar,” katanya.

Kemudian, Ernawati sempat melihat pelempar molotov dan terkejut ternyata pelaku adalah Bobi pacar anaknya, Anike. Ernawati langsung mencaci-maki, namun Bobi bertambah marah dan melempar lagi ke dinding rumah depan dan berbunyi ledakan hingga mengeluarkan api.

Setelah puas melakukan perbuatannya, Bobi melarikan diri, dan Ernawati langsung berusaha memadamkan api serta meminta pertolongan tetangga.

“Akibat kejadian tersebut Ernawati merasa ketakutan dan melaporkan ke Polsek Tenayan Raya,” jelas Budhia.

Baca Juga:   Polisi Selidiki Rumah Sakit Minta Uang Untuk Ambil Jenazah Korban Tsunami

Setelah mendapat laporan, polisi mengumpulkan barang bukti dan melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Polisi langsung mencari keberadaan pelaku. Akhirnya, Bobi ditangkap di Jalan Rawawiri, Pekanbaru.

“Tersangka mengakui telah memecahkan kaca nako samping rumah korban dengan menggunakan kayu balok kemudian melemparkan molotov ke rumah korban di dekat pintu depan sebanyak 2 kali,” terang Budia.

Bobi juga mengaku dimaki-maki ibu pacarnya itu dari dalam rumah saat melakukan aksinya. Setelah itu Bobi langsung melarikan diri bersama kawannya Galih yang sudah menunggu di Jalan dengan menggunakan sepeda motor Beat warna biru.

Setelah menangkap Bobi, polisi mencari temannya, Galih. Kemudian Kanit Reskrim melakukan pencarian terhadap Galih yang tinggal di rumah petak kos di belakang kampus UIN SUSKA Jalan Bangau Kecamatan Tampan Pekanbaru. Galih ditangkap jam 20.00 Wib.

“Bobi dan Galih dijerat pasal 187 KUHP, keduanya ditahan untuk mempermudah proses penyidikan,” katanya.

Anda mungkin juga berminat