Ridwan Kamil: Jari Saya Simbolnya PKB, Kalau Pak Jokowi Jempol

30

Forbes – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersedia dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait pose satu jari yang terekam dalam video. Ia yakin apa yang dilakukannya tidak melanggar aturan.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan video yang direkam oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri itu dilakukan pada acara PKB di GOR Pajajaran, Kota Bandung, 2 November 2018.

Dari video yang menyebar di media sosial itu, membuat Emil dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), atas dugaan pelanggaran hukum Pemilu atau negative campaign yang dilakukan aparatur pejabat penyelenggara negara.

“Itu yang melaporkan tolong sebutkan pelanggaran hukumnya apa? Kan melaporkan itu kalau diduga ada pelanggaran hukum atau aturan,” kata Emil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (11/1).

Menurutnya, secara aturan pejabat negara boleh melakukan aktivitas politik di akhir pekan. Acara PKB yang dihadirinya itu dilaksanakan pada hari Minggu. Ia pun datang melalui konsultasi terlebih dahulu, serta menggunakan mobil pribadi.

“Sekali lagi jadi melanggar aturan tidak? Tidak,” tegasnya.

Emil menjelaskan, salam jari yang dimaksud adalah simbol hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kebetulan mendapatkan nomor urut satu di Pemilu 2019. Dengan begitu, dia menyanggah hal tersebut ditujukan bentuk dukungan kepada Calon Presiden Nomor 01, Joko Widodo-Maruf Amin.

“Jari saya simbolnya PKB, kalau Pak Jokowi jempol kalau tidak salah,” ucapnya.

Dengan keyakinannya itu, ia mengaku siap memenuhi panggilan Bawaslu jika diminta hadir untuk memberikan keterangan.

“Kalau ternyata tetap harus dipanggil dan diperiksa tidak masalah. Saya pasti datang,” pungkasnya.

Baca Juga:   Pertama di Indonesia, Bandar Narkoba Dipajang di Car Free Day
Anda mungkin juga berminat