Politisi PDIP: Rusak Negara Ini Kalau Bekerja dengan Hoaks

34

Forbes – Politisi PDIP Andreas Hugo Pereira mengapresiasi kinerja polisi menangkap pelaku penyebar informasi bohong (hoaks) tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Polisi sebelumnya kembali meringkus seorang pelaku berinisial MIK (38) berprofesi sebagai guru terlibat dalam kasus tersebut.

“Persoalan itu diselesaikan secara hukum. Kita tidak mau menganiaya orang juga, tapi hukum ditegakkan untuk kemudian ya ini menjadi pelajaran buat kita di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Andreas di kantor PARA Syndicate,Jakarta Selatan, Sabtu (12/1).

Andreas mengatakan, hoaks merupakan musuh kecil bagi presiden pertama Indonesia Soekarno (Bung Karno). Meski begitu, ia tak ingin bangsa Indonesia mudah terpecah belah karena hoaks.

“Ini peristiwa-peristiwa yang kecil, kalau Bung Karno bilang ini hanya riak-riak di dalam gelombangnya dinamika politik Indonesia gitu. Tapi kita ingin tetap mengingatkan pada bangsa ini bahwa persatuan itu penting, karena inilah yang membuat kita kemudian membuat kita bisa muncul lahir sebagai bangsa dan lahir sebagai negara,” ungkapnya.

Dia menegaskan, kader PDIP tak bekerja dengan hoaks. Justru partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini memerangi hoaks.

“Kita tidak bekerja dengan hoaks. Tapi kita melawan hoaks, rusak negara ini kalau kita ikut bekerja dengan hoaks. Temen-temen wartawan juga janganlah ikut menyebarkan hoaks, karena kalau kalian terlalu semangat memberitakan itu sama saja kita menyebarkan hoaks juga. Jadi pada saat yang samaan, kita menyebarkan hoaks kita ikut mendukung juga gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jajaran Subdit 4 Cyber Crime Polda Metro Jaya berhasil amankan seorang guru yang melakukan penyebaranberita hoaks alias hoaks terkait adanya 7 kontainer yang berisikan surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku berinisial MIK (38).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan terhadap pelaku kasus tindak pidana di bidang ITE yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan indivasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) atau menyiarkan atau mengeluarkan pemberitahuan bohong.

Baca Juga:   OTT Rommy, Mahfud: Tak Mungkin Operasi Prabowo Apalagi Permainan Jokowi

“Inisial MIK berusia 38, yang bersangkutan seorang guru,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/1).

Dia mengungkapkan, pelaku ditangkap usai menulis di akun Twitter nya @chiecilihie80. Sehingga, polisi memiliki bukti untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus penyebaran hoaks tersebut.

“Polda Metro Jaya membuat laporan polisi tanggal 4 Januari melakukan penyelidikan memeriksa akhir ya menaikkan ke penyidikan. Dan akhirnya kita tangkap di rumahnya di Celegon pada 6 Januari pukul 22.30 WIB,” ujarnya.

Anda mungkin juga berminat