Polisi yang Berjaga di TPS Dilarang Foto-foto

36

Forbes –¬†Polresta Yogyakarta melarang anggotanya mengambil foto di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pencoblosan berlangsung. Kebijakan ini diambil untuk menjaga netralitas polisi.

“Dilarang, dilarang, apapun yang ada di situ (TPS) nggak boleh didokumentasikan,” ujar Wakapolresta Yogyakarta, AKBP Ardiyan Mustakim di Kota Yogyakarta, Senin (15/4/2019).

“Ini untuk netralitas ya. Kita kan (persoalan) netralitas Polri harus kita jaga, makanya jangan sampai nanti kalau kita foto, misalkan kita selfie itu nanti jadi dipolitisir atau bagaimana,” sambungnya.

Selain melarang anggotanya berswafoto di TPS, Polresta Yogyakarta juga melarang personelnya masuk ke area TPS. Menurutnya, aturan itu sudah baku dan sudah ditetapkan KPU RI.

“Iya (polisi dilarang masuk TPS), aturannya dari pusat begitu, dari KPU juga begitu. Kecuali (personel polisi) diminta KPPS jika ada sesuatu terjadi di dalam TPS baru kita boleh masuk,” katanya.

Sementara terkait pemilu, kata Ardiyan, Polresta Yogyakarta sudah mempetakan potensi kerawanan TPS menjadi beberapa kategori. Yakni TPS kurang rawan, rawan, sangat rawan dan khusus.

Namun Ardian tidak memperinci titik-titik TPS mana saja yang termasuk kategori rawan pemilu. Ia hanya sesumbar bahwa Polresta Yogyakarta siap mengamankan TPS rawan tersebut.

“Ya semuanya titik kerawanan (TPS) kita jaga. Ada satgas (kepolisian) nanti yang mobile, yang BKO dari TNI juga sama-sama kita patroli,” tuturnya.

Ardiyan mengatakan, Polresta Yogyakarta sudah menyiagakan 1.300 personel untuk mengamankan jalannya pemilu di Kota Yogyakarta. “Kalau yang (khusus) jaga TPS ada 580 personel,” tutupnya.

Baca Juga:   Ini Trik Bikin Deviled Egg Anti Gagal dari Nigella Lawson
Anda mungkin juga berminat