Penjual Keripik Beli Kawasaki Ninja 250 dengan 50 Kg Uang Koin

24

Forbes – Berkat kegigihan menabung, mimpi pasangan Siti Maisyaroh (32) dan Selamet Amin (35) untuk memiliki sepeda motor sport akhirnya tercapai. Mereka berhasil membeli sebuah sepeda motor sport setelah mengumpulkan uang receh seberat 50 kg selama dua tahun.

Sehari-hari pasutri yang tinggal di Dusun Sumbersono, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet ini berprofesi sebagai penjual keripik ketela. Saat berjualan, Amin mengaku banyak mendapatkan uang receh pecahan yang dibayarkan pelanggannya. Pecahannya kebanyakan sebesar Rp 500 dan Rp 1.000 dari para pembeli.

Suatu ketika Amin melihat anak ketiganya menabung dengan cara mengumpulkan uang receh. Terinspirasi dari itu, Amin dan istrinya memutuskan melakukan hal serupa.

Uang-uang logam itu dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral dan bekas kaleng cat. Tak disangka dua tahun berlalu dan uang receh yang terkumpul mencapai angka Rp 18 juta.

“Dalam satu hari minimal saya kumpulkan Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000,” kata Amin kepada wartawan di rumahnya, Rabu (31/10/2018).

Bapak empat anak ini menjelaskan uang receh yang telah dikumpulkannya telah mencapai berat 50 Kg. Untuk menghitungnya pun dia harus dibantu 3 orang pekerjanya.

Uang-uang itu kemudian ditumpuk dalam jumlah tertentu lalu ditutup plastik agar tidak ambyar. Setelah itu, Amin membawanya ke sebuah diler motor Kawasaki di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto pada tanggal 25 Oktober yang lalu.

Uang-uang itu dibawa ke diler dengan dimasukkan ke dalam karung. Amin menambahkan, butuh empat orang untuk mengangkat karung berisi uang-uang itu.

“Sehari sebelumnya saya lebih dulu menanyakan ke diler apakah diperbolehkan membeli motor Ninja dengan uang koin, dan teryata diperbolehkan,” terangnya.

Baca Juga:   Byur! Berenang Bareng Ribuan Ikan di Pemandian Banyubiru Pasuruan

Amin memang bercita-cita untuk memiliki sepeda motor sport, dan pilihannya jatuh pada sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250 cc. Hanya saja karena harganya mencapai Rp 67,6 juta, maka untuk kekurangannya, Amin membayar menggunakan uang kertas.

Anda mungkin juga berminat