Pasutri dan Rekannya Digerebek Saat Membungkus Sabu di Kamar Hotel

46

Forbes – Pasangan suami istri (Pasutri) dan seorang rekannya ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Kamis (10/1) pukul 20.00 WITA, saat sibuk mengemas sabu ke dalam kemasan plastik kecil di kamar 403 Hotel Grand Mal Kabupaten Maros. Ketiganya yang merupakan warga Kota Makassar kemudian digelandang ke kantor BNNP Sulsel, Jalan Manunggal Raya berikut sabu seberat 4 kilogram.

Ketiga pelaku berinisial MT (41), warga jalan Batua Raya, Makassar, pedagang emas bersama istrinya berinisial Sy (33). Rekannya berinisial AJ (45), warga Jalan Kalimantan, yang sehari-harinya kerja sebagai buruh harian lepas.

Kepala BNNP Sulsel Brigjen Polisi Idris Kadir menjelaskan, penangkapan ketiganya bermula dari informasi masyarakat, akan ada transaksi narkoba di Maros namun hasilnya nihil.

“Selanjutnya diterima lagi informasi kalau akan ada transaksi di Hotel Grand Mal Maros. Anggota dari bidang pemberantasan kemudian bergerak ke hotel tersebut, setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen hotel. Alhasil ditemukanlah ketiga pelaku ini di kamar 403 tengah sibuk mengemas kristal-kristal bening itu ke kemasan kecil. Jadi ini siap edar di wilayah Makassar. Setelah ditimbang, total kristal bening yang diduga sabu itu semuanya 4 ribu gram atau 4 kilogram,” kata Idris Kadir, Sabtu (12/1).

Sabu tersebut asal dari Malaysia yang diambil di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara oleh seseorang yang kini masih buron. Selanjutnya dibawa oleh seseorang lagi juga masih buron yang bertindak sebagai kurir melalui jalur laut masuk ke Kota Parepare.

Setelah tiba di Parepare, narkoba itu transit ke beberapa kabupaten peyangga yakni Kabupaten Pinrang, Sidrap dan Kabupaten Wajo. Dari Wajo inilah kemudian tiba di Kabupaten Maros ditadah oleh tiga pelaku yang baru diringkus ini.

Baca Juga:   WN Jepang yang Nyaris Diperkosa Sekuriti Sempat Diancam Dibunuh

“Empat kilogram kristal bening yang diduga sabu tersebut kemungkinannya warisan paket besar, yang rencananya didrop masuk Makassar jelang tahun baru. Tapi mungkin karena para pemain ini melihat pengawasan dan penjagaan yang begitu ketat oleh aparat Kepolisian, TNI, BNN dan instansi terkait lainnya maka masuknya ke Makassar di-pending. Namun akhirnya mereka tertangkap juga,” lanjutnya.

Ditambahkan, ke tiga pelaku ini masih jaringan dua kelompok Kabupaten Wajo yang ditangkap akhir tahun 2018. “Masih ada beberapa jaringan mereka yang menjadi target kita,” ujarnya.

Polisi mengamankan barang bukti sabu itu dalam paket plastik berbagai ukuran, dua timbangan manual dan elektrik, uang Rp 4 juta, buku rekening bank dan satu mobil Avanza.

Ketiga pelaku dikenakan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, subsider pasal 132 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Anda mungkin juga berminat