Manjakan Wisatawan, Peta Jelajah Pusaka Kota Solo Diluncurkan

14

Forbes – Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Roemah Kahoeripan, meluncurkan Peta Jelajah pusaka Kota Solo, Kamis (6/12). Peta tersebut diharapkan bisa mempermudah wisatawan, sejarahwan, peneliti dan siapapun yang memiliki minat serta perhatian terhadap warisan sejarah menemukan lokasi warisan sejarah dan cagar budaya yang dicari.

Ide pembuatan peta muncul dari Dewi Djukardi, seorang arsitek dan pegiat pelestari yang saat ini sedang menempuh studi program doktor ilmu hukum di UNS. Dewi mengaku butuh waktu 3 tahun untuk membuat peta tersebut.

“Saya berharap peta ini dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian warisan cagar budaya di Solo, utamanya dalam membangkitkan kesadaran generasi muda,” ujar Dewi disela peluncuran peta di Ndalem Joyokusuman.

Menurut Dewi, Kota Solo saat ini mempunyai 81 bangunan cagar budaya, 17 tugu dan monumen, 5 taman dan makam, serta 6 kawasan cagar budaya. Bangunan-bangunan yang perlu dilestarikan itu tersebar di sejumlah lokasi. Diantaranya di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta dan lingkungan perumahan Baluwarti, Kawasan Sriwedari, Kampung Laweyan, Mangkunegaran, Kawasan Pecinan, dan Kolonial.

“Dengan peta ini pengunjung bisa dengan mudah menemukan lokasi yang dibutuhkan. Dalam peta ini ada juga gambar dan keterangan singkat mengenai obyek yang akan dikunjungi,” jelasnya.

Sedangkan untuk peta digitalnya, lanjut Dewi, sampai saat ini dirinya baru bisa memberikan dalam bentuk tautan. Karena, biaya untuk membuat dalam bentuk digital sangat mahal.

Sementara, ide untuk membuat peta jelajah pusaka ini berangkat dari keinginan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Solo. Pada saat membentuk jaringan kota pusaka, Jokowi pernah mengutarakan keinginannya agar ada peta kota-kota pusaka.

Selain peta jelajah pusaka Kota Solo, Dewi mengaku telah lebih dulu membuat peta wisata sejarah Kabupaten Bogor, Panduan Jelajah Kota Pusaka Kota Bogor, dan Panduan Jelajah Kota Pusaka Banten Lama.

Baca Juga:   Bulan Disebut Layak Jadi Planet

“Saat ini saya sedang mengerjakan peta jelajah pusaka Bali, Bangka Belitung, dan Sawah Lunto. Targetnya tahun depan bisa diluncurkan,” tutup dia.

Anda mungkin juga berminat