Mahasiswi di Samarinda Jadi Tersangka Penganiayaan Hingga Bayinya Tewas

44

Forbes – Polresta Samarinda menetapkan Farida (22), mahasiswi sebagai tersangka penganiayaan anak hingga meninggal dunia. Sementara kekasihnya, terduga pelaku yang menghamili Farida, Brigadir S diperiksa tim Propam Polres Nunukan.

Polisi mengantongi sederet bukti terkait dugaan Farida melakukan penganiayaan, terhadap bayi perempuannya sendiri, yang dia lahirkan di indekos, Rabu (9/1) siang.

“Dari pemeriksaan saksi, kemudian teman-teman di kosnya, juga hasil visum dan autopsi, benar adanya pembekapan bayi tersebut hingga meninggal,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Bunga Tri Yulitasari ditemui di kantornya, Sabtu (12/1).

Bunga menerangkan, masih dari pemeriksaan terhadap Farida, bayi yang dia lahirkan masih hidup hingga akhirnya meregang nyawa. “Waktu dilahirkan, menangis. Ibu membekap hingga meninggal,” ujar Bunga.

“Alasan si ibu membekap bayinya, karena takut (penghuni kos lain) mendengar tangisan bayinya setelah dia lahirkan,” tambah Bunga.

Bunga juga memastikan, kekasih dari Farida yang seorang anggota Polri, menjalani pemeriksaan di Mapolres Nunukan, Kalimantan Utara.

“Pacarnya diperiksa di Nunukan oleh Polres Nunukan. Ya, pacarnya oknum polisi di Nunukan inisial SH,” ungkap Bunga tanpa merinci satuan tugas dan pangkat SH, yang tugas di Polres Nunukan.

Usai mengalami pendarahan, dan menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Samarinda, hari ini Farida diamankan di Mapolresta Samarinda. “Kita terapkan pasal 80 ayat 3 dari Undang-undang No 35/2014 tentang Perlindungan Anak,” demikian Bunga.

Diketahui, Farida seorang mahasiswi Samarinda nekat melahirkan bayinya sendiri di indekos, Rabu (9/1) siang, diduga karena malu hamil di luar nikah. Bayi itu meninggal usai dilahirkan. Kasus itu terbongkar setelah ustaz datang hendak memakamkan sang bayi, seperti keinginan ibunya, Farida, melalui fasilitas chatting di media sosial bersama sang ustaz.

Baca Juga:   Mayat Diduga Korban Ledakan Kapal Jukung Ditemukan Mengapung di Sungai Musi
Anda mungkin juga berminat