Lion Air Beri Ganti Rugi Barang Penumpang Rp 50 Juta

19

Forbes – Manajemen Lion Air Group masih menyelesaikan proses verifikasi keluarga korban jatuhnya pesawat JT-610 untuk pemberian santunan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, setiap korban diberi santunan Rp 1,25 miliar. Selain itu, maskapai juga dibebankan ganti rugi bagasi sebesar Rp 4 juta.

Akan tetapi, Lion Air memutuskan menaikkan ganti rugi bagasi dari Rp 4 juta menjadi Rp 50 juta. Managing Director Lion Air Group Daniel Putut menjelaskan, penaikkan ganti rugi karena tidak diketahui banyak barang berharga dari bagasi yang rusak dan hilang.
“Kami kadang-kadang penumpang tidak tahu, atau keluarga tidak tahu isinya apa itu (bagasi). Tapi kami lebih wheeling mungkin ada sesuatu yang lebih penting, sehingga kami menaikkan bukan cuma Rp 4 juta, tapi memberikan Rp 50 juta,” ucap Daniel Putut di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/11).
Dengan peningkatan jumlah pergantian bagasi maka jumlah uang yang harus diberikan Lion Air ke setiap penumpang menjadi Rp 1,3 miliar. Uang tersebut akan diberikan kepada ahli waris yang benar-benar valid dan berhak menerima santunan.
Dana Rp 1,3 miliar juga sudah termasuk biaya pemakaman bagi keluarga korban yang sudah berhasil teridentifikasi Daniel menyebut, saat proses verifikasi masih berlangsung sehingga uang santunan belum turun kepada ahli waris.
“Masih proses. Yang uang pemakaman sudah (diberikan) Rp 25 juta,” kata Daniel.
“Kami akan tetap koordinasi, duduk bersama keluarga korban kumpulkan semua informasi. Baik catatan resmi. Semua kumpulkan data, informasi disini. Kami jemput bola,” lanjutnya.
Sedangkan bagi kru pesawat yang turut menjadi korban dari kecelakaan ini, akan diberi santunan berdasarkan asuransi kantor termasuk didalamnya personal accident (PA), dengan nilai total 100 ribu dolar Amerika Serikat.
Sementara itu, Jasa Raharja juga sudah memastikan uang santunan yamg diberikan kepada tiap-tiap korban sebanyak Rp 50 juta. Namun, dari tujuh korban yang baru teridentifikasi, Jasa Raharja baru bisa memberikan santunan kepada empat di antaranya.
“Ada beberapa yang belum terima karena beberapa ahli waris belum dapat ditemui. Sehingga dari seluruhnya yang sudah teidentifikasi, baru empat yang sudah diserahkan,” ucap Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, Wahyu Wibowo.
Baca Juga:   Flightradar24: Lion Air JT 610 Turun Secara Drastis
Anda mungkin juga berminat