Lebah Terbesar Dunia Yang Hilang Selama 38 Tahun Dan Dikira Punah Ditemukan Di Indonesia

34

Forbes – Lebah terbesar di dunia hilang selama 38 tahun hingga dianggap punah oleh para ilmuwan. Namun, serangga raksasa seukuran ibu jari orang dewasa tersebut justru ditemukan di Maluku Utara, Indonesia, belum lama ini.

Serangga yang dijuluki Lebah Besar Wallace atau Megachile Pluto tersebut pertama kali ditemukan Alfred Russel Wallace saat melakukan ekspedisi do Maluku Utara pada 1858. Lebah Wallace dideskripsikan seperti tawon yang memiliki rahang besar seperti kumbang rusa.

Lebah Besar Wallace terakhir ditemui oleh ahli entomologi, Adam Messer, pada 1981. Adam berhasil mengamati perilaku serangga tersebut di sejumlah pulau kecil.

Pada Januari 2019, tim peneliti kembali mengunjungi Maluku Utara. Tak disangka-sangka, fotografer Clay Bolt dan ahli entomologi Eli Wyman berhasil menjumpai hewan yang disangka sudah punah tersebut.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” jelas Clay Bolt. “Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan.”

Eli Wyman pun berharap agar penemuan ini dapat memicu penelitian selanjutnya. Sejarah kehidupan lebah tersebut juga dapat memberikan informasi dalam usaha melindunginya dari kepunahan.

Sebelum berangkat ke Indonesia, Clay Bolt berhasil menambahkan Lebah Besar Wallace pada 25 spesies paling dicari di kelompok lingkungan bernama Global Wildlife Conservation (GWC). Kelompok ini diketahui memberikan dukungan kepada penelitian tersebut.

“Kami memutuskan ke sana. Pertama untuk melihatnya di alam luar mendokumentasikannya,” jelas Clay Bolt. “Namun juga mengontak Indonesia untuk mulai bekerja dengan kami sebagai partner untuk mencoba dan mencari cara bagaimana memproteksi lebah.”

Baca Juga:   SBY Puji Jokowi soal Gempa Sulteng, Ini Kata Timses Prabowo

GWC diketahui telah meluncurkan pencarian ke seluruh dunia bagi spesies yang hilang. Mereka berharap agar spesies-spesies yang hilang memiliki masa depan yang lebih cerah.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah,” tutur Communications Director GWC, Robin Moore. “Dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan.”

Anda mungkin juga berminat