Jemaat Gereja di Bali Buat Pohon Natal Setinggi 11 Meter dari Botol Plastik

34

Forbes – Puluhan ibu-ibu sangat antusias bergotong royong membuat bingkai berbentuk bintang dari kertas untuk hiasan pohon Natal. Sementara, para pria mengumpulkan botol plastik air mineral bekas.

Menariknya, botol air mineral bekas berukuran tanggung itu, untuk dirangkai menjadi pohon Natal yang dipersiapkan menyambut Perayaan Natal pada tanggal 24 Desember 2018 nanti.

Membuat pohon Natal dari bahan bekas air mineral sudah di konsep berbulan-bulan yang lalu, oleh jemaah Gereja Paroki Roh Kudus Katedral, yang bertempat di Renon, Denpasar, Bali.

Hasilnya, berdiri pohon Natal dari botol air mineral bekas yang tingginya sekitar 11 meter dengan menghabiskan 8 ribu botol bekas yang ditempatkan di luar halaman Gereja.

Bebiana Marchelina selaku Koordinator Seksi Dekorasi Gereja Katedral Paroki Roh Kudus menyampaikan, bahwa untuk proses pengumpulan botol sudah dimulai sejak bulan Agustus yang lalu oleh para jemaah.

“Awalnya, kita kumpulkan dari bulan Agustus tapi dari intern seksi dekorasi saja. Ternyata kurangnya banyak sekali, dan terus kita share ke semua lingkungan untuk memulai mengumpulkan air mineral bekas ini,” ucapnya, Sabtu (22/12).

Untuk proses pembuatan pohon Natal, awalnya mengumpulkan botol-botol tersebut dari para jemaah. Kemudian, membersihakn botol dan melobangi di bagian kepala dan bawah botol kemudian disambung dengan kawat besi dan selanjutanya dirangkai dalam kontruksi bingkai besi pohon Natal tersebut.

 

“Untuk merangkai kita sudah mulai dari tanggal 18 (Desember). Namun untuk pekerjaan kontruksi besinya sudah satu bulan yang lalu,” imbuh Marchelina.

Untuk biayanya pembuatan pohon Natal dari botol ini, hanya mengeluarkan untuk dekorasi bingkai besinya saja. Sementara untuk botolnya tidak membeli karena para jamaah sudah mengumpulkannya dari lingkungan rumahnya masing-masing dan dibawa ke Gereja.

Baca Juga:   Tahu Gak? Bintang Iklan Obat Asma yang Dadanya diikat ini Ternyata Ibunya Nagita Slavina. Netizen Pun Bengong!

“Jadi kenapa kita pilih limbah air mineral, karena itu juga pembelajaran. Supaya kita memanfaatkan barang-barang bekas untuk hal yang berguna. Sedangkan botol tidak ada yang membeli. Kita kumpulkan dari lingkungan-lingkungan di Gereja dan disetor ke kami dan itu sudah berjalan berbulan-bulan yang lalu,” ujar Marchelina.

Marchelina juga menjelaskan, untuk pembuatan pohon Natal dari botol bahan bekas ini, kesulitannya hanya waktu merangkai karena tingginya mencapai 11 meter. Selain itu, dengan adanya pohon Natal tersebut bisa juga digunakan sebagai Swafoto saat Perayaan Natal nantinya.

“Kita berkerjanya secara sukarela saja, Jadi siapa yang bisa, iya ereka kesini. Harapan kami dengan adanya pohon Natal ini, kita tidak lagi sembarang membuang limbah sampah dan juga menjadi terbiasa untuk memanfaatkannya,” ujar Marchelina.

Anda mungkin juga berminat