Inilah Alasan Kenapa Meja Warteg Biasanya Didesain Kayak Huruf L

48

Forbes – Kamu pasti tahu yang namanya Warung Tegal atau lebih sering disebut warteg. Menurut data, ada lebih dari 34 ribu warteg yang masih buka sampai saat ini di Jabodetabek. Uniknya, dari jumlah yang sekian banyak, ternyata nggak semuanya dikelola atau dimiliki sama orang Tegal asli loh.

Ngomongin soal warteg, ada beberapa hal yang jadi ciri khasnya nih. Pertama tentu aja harganya yang murah, menu makanan yang dijajakan, minuman teh dan kopi yang selalu ada, dan ciri lain yang lekat banget adalah etalase kaca tempat naruh makanan dan meja yang nempel tepat di depan etalase tersebut.

Sebagai tempat duduk untuk pembeli, ada kursi panjang yang disediakan. Hal-hal itu pasti bisa ditemukan di warteg manapun.

Desain yang seperti itu ternyata udah ada sejak zaman dulu saat warteg baru mulai dikenal. Dulu, orang biasanya akan membuka warteg di ruangan yang sempit.

Nah, kamu pernah bertanya-tanya nggak sih kenapa desain semua warteg tuh kayak gitu? Susunan meja, kursi, dan etalasenya biasanya dibentuk menyerupai huruf “L”. Apa para pemilik warteg itu punya kesepakatan khusus atau kebetulan semata?

Sayudi yang merupakan pemilik 196 Warteg Kharisma Bahari ngasih jawaban soal desain warteg. Menurutnya, tata ruang warteg dibuat kayak huruf “L” biar lebih menghemat tempat. Dia menambahkan, kalo ruangannya lebih luas dan besar tentu akan pakai meja dan kursi kaya di restoran.

Fadly Rahman yang merupakan sejarawan makanan juga menambahi soal keberadaa etalase kaca. Menurutnya etalase itu dipakai biar makanan yang dijajakan nggak dikerumuni lalat. Terkait desain L”, dia menjelaskan bahwa desain itu memang dipakai sebagai cara untuk menyiasati ruangan yang sempit supaya bisa menampung lebih banyak orang.

Baca Juga:   Bukan Lagi Jadi Pelindung Kepala, 8 Bentuk Topi Ini Uniknya Susah Diterima Logika

Nggak cuma itu aja, tata ruang yang kayak gitu bisa mempermudah pergerakan pelatan. Mereka bisa lebih cepat dalam menyajikan makanan. Pelayan nggak harus bolak-balik dari satu meja ke meja lain. Seorang sejarawan, JJ Rizal, juga membenarkan soal alasan di balik desain warteg. Menurutnya, bentuk meja letter “L” adalah desain yang pas untuk ruangan yang terbatas.   Nah, meski saat ini udah ada beberapa warteg yang luas dan dilengkapi meja dan kursi, etalase khas warteg tetep dipertahankan.

Anda mungkin juga berminat