Indonesia Darurat Berita Bohong, Dibutuhkan Pahlawan Anti-hoaks

18

Forbes –¬†Di zaman teknologi canggih, Indonesia butuh pahlawan anti-hoaks. Karena itu, Polda Jawa Timur mengajak para mahasiswa dan masyarakat umum untuk berkontribusi melawan berita bohong yang mengarah pada perpecahan.

Ini disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera pada Seminar Nasional bertema “Menjadi Pahlawan Muda Pemberantas Hoaks” di Universitas 17 Agustus 45 (Untag)¬†Surabaya, Kamis (6/12).

“Saat ini, memang yang dibutuhkan Indonesia adalah para pahlawan anti-hoaks,” kata Barung di acara yang digelar di Graha Wiyata lantai 9 Untag Surabaya, Jalan Semolowaru 45.

Karena itu, lanjutnya, mari pastikan semua menjadi bagian aksi nyata dari perjuangan ini, “Demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai,” harap Barung di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untag Surabaya.

Perwira dengan tiga melati di pundak ini menandaskan, bukan hanya mahasiswa selaku generasi masa depan Indonesia yang memiliki tanggung jawab menjaga NKRI. Tapi juga seluruh elemen rakyat memiliki kewajiban yang sama.

Saat ini, masih kata Barung, Indonesia dalam kondisi darurat hoaks. Ini bisa dilihat dari banyaknya berita-berita bohong di media sosial (medsos). Sementara banyak masyarakat termakan berita bohong yang memang tujuannya adalah untuk memecah belah bangsa.

“Mari kita berkontribusi nyata dalam medan perang melawan hoaks. Karena percayalah, bahwa dalam setiap peperangan itu pasti akan melahirkan seorang pahlawan,” tandas Barung yang minta berbicara tentang bagaimana memerangi hoaks di era milenial.

Seminar ini dihadiri seluruh mahasiswa Fisip Untag Surabaya, juga dihadiri beberapa tokoh di antaranya Dr Mulyanto Nugroho; jurnalis senior, Andi Dewantoro; dan Agung Rulianto dari tenaga ahli kantor Staf Republik Indonesia bidang komunikasi dan politik.

Baca Juga:   Satu Tahun Dibuka, Museum Gedung Sate Sedot 116.859 Pengunjung
Anda mungkin juga berminat