Hanung Bramantyo Sedih, Seniman Indonesia Jadi Korban Penembakan di New Zealand

25

Forbes – Aksi penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru memakan 49 korban tewas. Salah satu di antaranya adalah pelukis asal Indonesia.

Hanung Bramantyo yang juga temannya membagikan kabar tersebut di akun Instagramnya, seniman itu adalah Zulfirman Syah. Hanung menuliskan Zulfirman adalah pelukis asal Sumatera Barat yang jadi korban selamat dari penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru.

“Zulfirman Syah, pelukis asal Sumatera Barat yang sempat sekolah dan tinggal di Jogja, adalah salah satu korban tragedi Christchurch bersama anaknya yang masih balita,” tulis Hanung dilihat detikHOT, Sabtu (16/3/2019)
“Baru 2 bulan pindah ke Selandia Baru bersama isterinya, bang Zul dan puteranya mengalami nasib naas, turut diberondong peluru panas bersama umat muslim lainnya di Masjid Linwood Islamic Centre oleh Teroris asal Australia, berkulit putih, yang sangat memuja Supremasi Kulit putih dan menbenci kaum imigran ( pendatang ),” lanjutnya.
Hanung Bramantyo menuliskan Zulfirman dan putranya termasuk yang selamat meski mengalami luka tembak. Sebagai sahabat, Hanung Bramantyo merasa pilu dengan aksi brutal itu.

“Meski kau dan puteramu selamat, tapi hati ini terasa terbakar. Tidak terima atas perlakuan itu. Kenapa kebencian terhadap minoritas mampu membuat orang berbuat sebrutal itu hingga anak-anak dan orang tua pun tak luput dari serangannya. Biadab! Biadab sekali,” ungkapnya.

Zulfirman dikabarkan Hanung tengah menjalani operasi. Dalam postingannya, Hanung memperlihatkan foto sang sahabat.

“Semoga operasimu berjalan lancar bang dan sehat kembali. Peluk cium untuk puteramu yang gagah itu. Salam,” tutup Hanung.

Baca Juga:   Kesal Suami Selingkuh, Seorang Ibu Bakar Diri di Depan Anak
Anda mungkin juga berminat