Gereja dan Masjid di Tempat ini Berdampingan, Selalu Rukun dan Saling Bantu

20

Forbes – Masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di wilayah yang sempat memanas karena adanya isu SARA, tampaknya harus mencontoh 2 rumah ibadah serta kehidupan masyarakat Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut).

Bagaimana tidak, di kota tersebut, 2 rumah ibadah berbeda, yakni Masjid Bhakti dan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) dibangun berdampingan, hanya dipisahkan oleh sebuah gang sempit.

Dengan jarak yang amat dekat itu, warga di sana pun jadi memiliki jiwa toleransi yang amat tinggi. Mereka saling menghargai satu sama lain.

“Kalau kami lagi ada aktivitas ibadah di masjid, pihak gereja akan menghargai dan menjaga kondusifitas. Begitu jugalah sebaliknya,” ungkap Zulham, warga setempat, dilansir Suar.Grid.id.

Zulham juga bercerita bahwa para pemuda masjid dan gereja di sana juga saling menjaga hubungan baik.

“Kalau di Siantar hal seperti ini wajar terjadi. Karena, memang toleransi di kota ini sangat besar,” tuturnya.

Maka tak heran kalau Kota Pematangsiantar menduduki posisi pertama untuk kota dengan toleransi tinggi.

Namun sayangnya, peringkat itu telah menurun akibat adanya oknum-oknum yang mencoba mengganggu toleransi yang sudah lama terjalin.

Untuk itu, Zulham mengharapkan kotanya dapat kembali merebut urutan pertama.

“Kita harap Siantar kembali menjadi peringkat pertama dengan toleransi yang tinggi,” ucapnya.

Baca Juga:   Suami Inneke Koesherawati Divonis 3,5 Tahun Penjara
Anda mungkin juga berminat