Gara-gara Suami Tersihir Fatwa Kiamat, Rini Minta Cerai

34

Forbes – Warga Jember Rini akan nekat meminta cerai jika sang suami tidak kunjung pulang dari Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin di Kabupaten Malang. Ia kesal karena sang suami mondok dengan menjual harta benda.

“Saya pasrah dunia habis (harta benda), pokok suami dan anak pulang. Tapi kalau terus bertahan, saya minta cerai,” ujar Rini dengan emosi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3/2019).

Rini merupakan warga Dusun Gumukgadung, Desa Sumberejo, Kecamatan Umbulsari, Jember. Ia tengah dirundung pilu karena ditinggal sang suami Misno yang pergi dan akan mondok selama 3 bulan di Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin di Kabupaten Malang.
Rini akan minta diceraikan karena ajaran agama yang dianut suaminya dinilai melenceng dari kaidah Islam. Emosi Rini memuncak karena banyak harta benda habis dijual oleh Misno. Menurut Rini, sikap sang suami berubah setelah menjadi jemaah Thoriqoh Musa atau Thoriqoh Akmaliyah As- Sholihiyah yang para jemaahnya disebut MUSA AS.

“Kecewa banget saya, karena suami saya pun berubah sikapnya. Bahkan sawah saya sampai digadaikan, Rp 10 juta untuk biaya berangkat ke Malang itu,” imbuhnya.

Rini berharap suami dan warga lainnya yang ikut berangkat ke Malang untuk segera pulang. Ia juga kesal karena anak semata wayangnya Pandi (26) yang baru pulang kerja dari Bali juga langsung diajak untuk mengikuti aliran agama tersebut.

“Apalagi terus anak kami diajak juga. Padahal baru pulang dari Bali bekerja. Saya berharap semua kembali normal. Kehidupan keluarga kami menjadi baik,” ujarnya.

Sementara berdasarkan data yang dihimpun kantor Kecamatan Umbulsari, warga yang menjadi pengikut mencapai 23 orang. Yakni terpusat di Dusun Gumukgadung, Desa Sumberejo.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi dan menyudahi keresahan warga, nantinya tokoh MUSA AS, Ustaz Mudasir akan dimintai keterangan terkait kegiatan agama yang dilakukan.

Baca Juga:   Perjalanan Hidup Oprah, Superwoman Berharta Rp 42 Triliun

“Dari data yang kami himpun, ada 23 warga yang ikut jemaah tersebut,” kata Camat Umbulsari Firaz Chalid.

Menurut Firaz, kegiatan yang dilakukan MUSA AS dirasa masih normal. Karena zikir dan selawat yang dilakukan sama seperti pada umumnya.

“Kami menghargai perbedaaan agama. Kenapa terkait hal ini menjadi viral? Karena kegiatan (agamanya) tertutup, dan meresahkan,” katanya.

Sehingga sebagai langkah antisipasi, nantinya akan dilakukan pendekatan ke tokoh jemaah tersebut. “Akan kami dekati dan komunikasikan, kami minta agar lebih terbuka dan mungkin bisa kembali ke ajaran yang benar,” tambahnya.

Lebih lanjut Firaz menyampaikan, terkait tersebarnya ajaran tersebut, biasanya dilakukan dengan pendekatan ke rumah. “Secara door to door, jadi mendekati langsung, dan biasanya ada baiat yang dilakukan. Tetapi kita akan perhatikan agar tidak menyebar yang tidak-tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, belasan warga Jember pindah ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin di Kabupaten Malang. Belasan orang yang dimaksud adalah mereka yang tinggal Kecamatan Umbulsari. Totalnya mencapai 15 orang dari 8 KK. Termasuk Misno dan anaknya.

Anda mungkin juga berminat