Ekonomi Melambat, Penjualan Rumah di China Kurang Laris

34

Forbes – Perlambatan ekonomi di China menyebabkan penurunan permintaan perumahan di negeri tirai bambu tersebut.

Mengutip Reuters, rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar China hanya naik 0,5%, lebih lambat dibandingkan awal tahun ini sebesar 0,6%.

Biro Statistik Nasional China menjelaskan ini merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Selanjutnya disebutkan jumlah rumah baru di China juga mengalami penurunan. Hal ini juga disebabkan karena menurunnya indeks kepercayaan konsumen dan indeks kepercayaan bisnis pada kuartal akhir tahun lalu akibat perlambatan ekonomi.

Perang dagang antara AS dan China merupakan penyebab melambatnya ekonomi China. Pemangku kebijakan berupaya untuk mendorong bisnis properti untuk mengatasi perlambatan ekonomi yang sedang terjadi ini.

Misalnya, mengeluarkan kebijakan yang mengatur pembelian rumah untuk menjegal spekulan properti agar fluktuasi harga tidak terlalu cepat. Kebijakan ini mengatur jika pembeli rumah pertama akan mendapatkan insentif harga yang lebih murah dibanding harga pasar.

Sementara itu pertumbuhan harga di empat kota teratas China seperti Beijing, Shanghai, Shenzhen dan Guangzhou mengalami peningkatan 0,3% dibanding bulan sebelumnya. Melambat, jika dibanding Januari sebesar 0,4%.

Dari data bank sentral China penyaluran kredit untuk rumah baru di China pada Februari 2019 tercatat 919,2 miliar yuan atau setara dengan US$ 136,69 miliar atau 22,36% dibanding total pinjaman baru bulan sebelumnya.

Baca Juga:   Tahun Baru Imlek, Presiden Jokowi Berharap Persaudaraan Berlimpah Cinta
Anda mungkin juga berminat