Demi Foto IG, Pasangan ini Tewas Terjatuh dari Ketinggian 800 Kaki

19

Forbes – Kisah petualangan dari pasangan Vishnu Viswanath dan Meenakshi Moorthy berakhir tragis. Dikutip dari Washington Post, keduanya ditemukan tewas pada 25 Oktober 2018 lalu akibat jatuh dari ketinggian 800 kaki di Taman Nasional Yosemite.

Viswanath dan Moorthy dikenal sebagai pasangan travel blogger. Minggu lalu, keduanya menjelajahi Taman Nasional Yosemite. Siapa sangka, pemandangan elok dari tebing granit yang terjal dan air terjun yang bergemuruh ini akan menjadi akhir dari perjalanan mereka.

Pasangan yang menikah pada tahun 2014 ini mengelola sebuah akun Instagram yang bernama ‘Holiday dan Happily Ever After’ dan memiliki belasan ribu pengikut. Lahir di India, sejoli ini kemudian tinggal di California tempat Viswanath bekerja sebagai software engineer. Ia juga seorang photographer.

Lantas, apa yang membuat pasangan ini terjatuh?

Pihak terkait melakukan proses ivestigasi untuk mencari penyebabnya

“Kejadian ini sangat tragis dan kami sedang melakukan proses investigasi lebih mendalam. Terlalu dini untuk berspekulasi, karena kami tidak mengetahui apa yang terjadi ketika peristiwa itu terjadi,” jelas Jamie Richard, juru bicara dari Taman Nasional Yosemite.

Viswanath dan Moorthy terjatuh dari Taft Poin, sebuah plesiran elok yang menjulang setinggi 3500 di atas Yosemite Valley. Mereka terjatuh di area yang sangat curam dari ketinggian 800 kaki. Proses pengangkatan jenasah dilakukan dengan memanjat tebing dan bantuan dari helikopter.

Pasangan ini kemungkinan terjatuh saat sedang mengambil foto

Pagar pengaman dibangun di setiap titik pada Taft Point. Tapi ada beberapa area terbuka tanpa pagar yang bisa dilalui oleh pengunjung hingga benar-benar di tepi jurang. Sean Matteseon yang kebetulan berada di tempat yang sama dengan pasangan ini meyakini, keduanya kemungkinan mengambil foto di area berbahaya itu.

Baca Juga:   5 Macam Aliran Cara Makan Mi Instan, Kamu yang Mana?

“Dia (Moorthy) sangat dekat dengan pinggir jurang, dan sepertinya dia sangat menikmati hal itu. Saya mengingatnya karena dia memiliki rambut merah muda yang mencolok. Tidak ada pagar pengaman di area itu dan ia terlihat nyaman-nyaman saja. Tidak terlihat seperti sedang tertekan atau semacamnya,” tuturnya kepada AFP.

Raj Katta, yang telah mengenal pasangan ini selama 3 tahun juga mengungkapkan hal senada.

“Saya tidak pernah menduga kejadian ini akan menimpa Viswanath dan Moorthy. Mereka adalah petualang, tetapi mereka selalu penuh pertimbangan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan. Namun kecelakaan ini telah mengubah segalanya,” kisahnya kepada Washington Post.

Pagar pengaman berbahan metal di Taft Poin sendiri dalam kondisi yang kokoh dan pihak pengelola tidak memiliki rencana untuk menambahkan pagar pengaman di area itu.

“Kami ingin para pengunjung Taman Nasional Yosemite merasakan pengalaman yang menakjubkan, lalu pulang dengan selamat seperti sedia kala,” jelas Richard. Ia menambahkan bahwa hari itu mungkin memang hari yang naas, karena sebelumnya kejadian seperti ini tidak pernah terjadi.

Gemar berfoto di tempat-tempat yang berbahaya

Dilihat dari foto-foto yang diunggah di Instagram, kita bisa menyimpulkan bahwa pasangan ini memang menyukai aktivitas yang memicu adrenalin. Skydiving misalnya. Dengan penuh gairah Morthy menuturkan bagaimana serunya ia terjun dari pesawat dan melayang dari ketinggian 18.000 kaki. Ia bahkan mengenakan t-shirt yang bertulisan GIMME DANGER.

Banyak foto lainnya yang menunjukkan saat-saat Moorty berpose di tepi jurang yang tajam. “Menjalani hidup di tepi jurang,” tulisnya.

Instagramnya dipenuhi dengan foto-foto eksotis dari berbagai tempat. Seperti Pasir Putih di Maldives, Gereja Florence di Italia. Mereka juga merayakan anniversary pernikahan mereka dengan dramatis: dengan menaiki balon udara di New Jersey.

Baca Juga:   Perempuan Denmark dipaksa lepas cadar dan didenda Rp2,3 juta

“Ketika kamu berada di antara langit biru pada ketinggian lebih dari 1.000 kaki, kamu akan menyadari bahwa tak ada lagi angin, karena kamu menyatu dengan angin itu sendiri,” tulisnya.

Tak hanya gemar membagikan gambar-gambar indah, pasangan ini juga berbagi motivasi hidup

“Banyak yang memberitahu saya tentang media sosial yang kerap membuat stress, dan saya bersyukur karena saya dikelilingi oleh-orang yang baik dan tulus.”

“Baca, ikuti, dan buatlah dirimu dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki mimpi dan orang-orang yang berkarya, yang niscaya akan membantumu mengembangkan diri, bukan orang yang membuatmu merasa rendah. Bila ada seseorang yang bersikap dingin padamu, abaikan! Fokuslah hanya pada orang-orang yang mendukungmu. Kamu juga tidak perlu menjual jiwamu demi alasan apapun. Ingatlah bahwa dirimu sangat berharga,” tulisnya.

Viswanath dan Moorthy sadar sepenuhnya atas apa yang mereka lakukan

Mereka pasangan petualang, berfoto di tempat-tempat yang tak biasa dan sadar sepenuhnya atas bahaya yang harus dihadapi. Karena itulah keduanya selalu mengingatkan untuk berhati-hati jika ingin mengambil foto seperti itu.

“Tolong berhati-hati. Angin yang berhembus kencang sangat berbahaya. Nikmatnya adrenalin yang berpacu tidak sebanding dengan nyawamu,” tulis Moorthy saat mengenakan kostum Wonder Woman di Grand Canyon. Ia menambahkan bahwa suaminya telah memastikan semuanya aman sebelum mengambil foto.

Bahkan Moorthty juga pernah mendiskusikan tentang limit of #DoItForTheGram (batas-batas melakukan sesuatu demi sebuah foto di Instagram).

“Banyak di antara kita, termasuk Anda, menggemari para pemberani yang berpose di tepi jurang dan gedung pencakar langit, tetapi tahukah Anda bahwa angin bisa berakibat sangat fatal? Apakah hidup kita layak dipertaruhkan demi sebuah foto?”

Namun segalanya telah terjadi. Meskipun dikenal sangat berhati-hati, tapi Tuhan berkehendak lain.

Baca Juga:   Suka Minum Sariwangi Sekarang Perusahannya Bangkrut, Gini Nih 5 Fakta Menariknya. Sudah Pinjam Uang Rp 1 Triliun

Lebih dari 250 orang dari seluruh dunia telah meninggal selama 6 tahun terakhir ketika sedang mengambil foto selfie, seperti yang dirilis dari Journal of Family Medicine and Primary Care di India. Salah satu penyebab utama kematian adalah terjatuh dari ketinggian.

Selamat jalan, Viswanath dan Moorthy. Semoga berbahagia di alam sana.

Anda mungkin juga berminat