Buku Harian Kakek Saat Perang Dunia II Ini Viral, Lihat Isinya

29

Forbes – Apakah kamu termasuk salah satu orang yang suka menulis diary atau buku harian? Mungkin untuk para generasi millenial kegiatan seperti menulis diary sudah tak lagi dilakukan.

Namun, dahulu buku diary sangat dekat dengan kehidupan para muda mudi. Isinya campur aduk. Dari mulai kejadian sehari-hari, keculasan teman, sampai cewek cantik yang menjadi incaran.

Bila kamu salah satunya yang suka menulis diary, membacanya kembali mungkin akan terasa sangat lucu bahkan norak.

Nah, Berbicara tentang buku harian, seorang pria pengguna Imgur pemilik akun mynameisbetterthanyours420x69, tak sengaja menemukan buku harian kakeknya yang ditulis saat Perang Dunia II.

Sayangnya, buku harian itu tertulis dalam huruf Stenografi yang tak bisa ia baca. Dilansir wikipedia, stenografi merupakan cara menulis ringkas dan cepat. Biasa digunakan untuk menyalin pembicaraan. Banyak sistem stenografi yang digunakan di dunia.

Warganet Membantu Membacakan

Dirinya yang kepo kemudian meminta bantuan warganet untuk membaca diary tersebut.

Tak disangka, dengan cepat seorang pengguna reddit yang juga ahli huruf Stenografi membantu pria itu untuk menterjemahkan diary kakeknya.

Isi dari diary ini pun viral dan menjadi perbincangan di dunia maya. Berikut sedikit isi diary-nya seperti yang dikutip dari boredpanda.com:

” 4/9/41: Rabu

Pukul 5:30 pagi pergi naik mobil menuju ke gudang senjata. Tiba jam 8:00, saya melucuti semua pakaian kecuali sepatu dan mantel, berjalan melewati setidaknya 20 ruangan kamar untuk berbagai ujian.

Selesai ujian pukul 10:00 pagi. Saya diarahkan ke dokter untuk pemeriksaan mata, telinga, hidung dan tenggorokan. Beberapa seharusnya ditolak karena berbagai penyakit, namun dokter bertanya apakah ingin jadi tentara? Jika mereka menjawab ya, maka dokter akan meluluskannya.”

Hari Selanjutnya

” 4/10/41: Kamis

Ada sekitar 620 pria, nomor saya adalah 27. Kami lulus, berangkat ke Camp Grant pada pukul 8:30 pagi menggunakan kereta. Kami memiliki seluruh kereta untuk kita sendiri, banyak ruangan tersisa.

Sampai di Camp Grant pukul 11:00 Malam. Saya ditugaskan ke barak B-204 dipan 22 untuk beristirahat.

4/11/41: Jumat

Saya bangun jam 6:00 pagi. Menjalani tes untuk peringkat di pasukan. Mendapat suntikan vaksinasi. Malam hari adalah waktu yang indah, kami semua diijinkan pergi higga jam 11:00 malam. Sebagian besar pergi ke kota untuk merayakan, tetapi saya hanya tinggal di kamar untuk menulis surat.”

Baca Juga:   Bocah Meninggal Akibat Suara Sound System Juga Perokok Berat
Anda mungkin juga berminat