20 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Kericuhan di Rutan Solo

33

Forbes – Dua orang saksi telah diperiksa terkait keributan di Rutan Kelas IA Solo, Polresta Surakarta. Pemeriksaan dilakukan terkait imbas keributan antara napi dengan sejumlah pembesuk, Kamis (10/1) siang.

Polresta Surakarta menyebut, ada dua rumah di Kelurahan Gandekan dan Kepunton dirusak sekelompok orang.

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai membenarkan adanya perusakan tersebut. Usai kejadian, pihaknya langsung menerjunkan pasukan untuk melakukan pengamanan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar perusakan tidak semakin meluas.

“Kami sudah melakukan kroscek, memang ada perusakan di sana. Memang benar ada yang dirusak, tetapi tidak signifikan,” ujar Andy, Sabtu (12/1).

Menurut Andy, dua rumah yang dirusak tersebut diduga milik dari orang yang berselisih dengan kelompoknya. Setelah dilakukan pengecekan, rumah yang dirusak tersebut merupakan milik orang lain.

“Ternyata rumah yang dirusak milik orang lain. Jadi itu salah alamat, bukan rumah milik orang yang berselisih dengan kelompoknya,” terang Andy.

Lebih lanjut Andy menjelaskan, kerusakan hanya ringan, yakni kaca dipecah, jendela dan beberapa bagian lainnya.

“Kami sudah memeriksa terhadap 20 orang saksi. Untuk proses hukumnya, kami masih menunggu ada pihak yang merasa dirugikan untuk melapor,” katanya.

Untuk mengantisipasi adanya aksi balasan, lanjut Andy, pihaknya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus berpatroli. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kondusifitas kota Solo.

Terpisah Kepala Rutan Kelas I A Solo, M Ulin Nuha mengemukakan, pasca peristiwa kemarin, pihaknya tidak banyak melakukan perubahan. Termasuk pembatasan jumlah pengunjung.

“Pembatasan jumlah pengunjung tetap lima orang untuk tiap satu warga binaan. Aturan masih sama, batasannya lima orang per satu warga binaan,” jelasnya.

Untuk jumlah pengunjung secara keseluruhan, pihaknya memang tidak melakukan pembatasan. Karena, ruang aula mampu menampung seluruh pengunjung. Pembatasan hanya untuk waktu saja, yakni maksimal 30 menit.

Baca Juga:   CT: Kita Bangga Punya Unicorn, Tapi Sayang Punya Orang Asing

Sementara itu untuk mengantisipasi terjadinya keributan antara pengunjung dengan warga binaan, pihaknya akan menambah personel di saat jam besuk.

Anda mungkin juga berminat